Minggu, 29 Juli 2012

Serangan Jantung


Separuh dari penderita serangan jantung di Amerika Serikat biasanya menunggu 2 jam atau lebih sebelum mencari pertolongan. Setengahnya yaitu sekitar 300.000 orang setiap tahunnya di Amerika Serikat meninggal sebelum sampai di rumah sakit.

Di antara mereka yang hidup, sebagian besar mengalami kerusakan permanent pada jantungnya, yang terjadi selama jam pertama. Pada saat mengalami serangan jantung, dan anda tidak melakukan apa-apa, itu bisa berarti kematian buat anda.

Mengapa jam pertama dianggap kritis?

Serangan jantung adalah terjadinya cedera pada otot jantung akibat hilangnya pasokan darah, karena arteri yang memasok darah dan oksigen ke jantung tersumbat.

Gumpalan darah yang terbentuk di salah satu arteri yang telah menyempit karena timbunan kolesterol, serta lemak lain  biasanya menyebabkan sumbatan. Dengan tidak adanya oksigen, sel-sel akan rusak, dan menimbulkan rasa sakit atau tertekan dan fungsi jantung terganggu.

Serangan jantung bukan peristiwa statis yang hanya terjadi sekali. Serangan jantung merupakan suatu proses dinamis yang biasanya berlangsung sekitar 4-6 jam. Dengan berlalunya setiap menit, semakin bertambah jaringan yang kekurangan oksigen, yang rusak atau mati.

Menit-menit yang menetukan

Cara utama untuk mencegah kerusakan berlanjut adalah dengan sedini mungkin diberi obat penghancur gumpalan. Obat penghancur gumpalan, “ Clot-buster “ seperti tPA ( tissue-plasminogen activator ) dan streptokinase, akan melarutkan gumpalan dan memulihkan aliran darah. Dalam suatu kajian di Universitas Washington, 75% penderita serangan jantung bisa tetap bertahan hidup dengan sedikit atau tanpa kerusakan jantung, bila terapi penghancuran gumpalan itu diberikan dalam waktu 70 menit sejak timbulnya gejala.

Tindakan darurat angioplasty, yaitu tindakan memperlebar arteri yang tersumbat, yang biasa tersedia di rumah sakit besar, dapat melancarkan aliran darah ke jantung. Sama halnya dengan penggunaan obat-obat penghancur gumpalan, bila tindakan angioplasti tertunda lebih dari 2 jam, manfaatnya juga hampir tidak ada.

Pada menit-menit pertama serangan jantung dapat pula memicu terjadinya fibrilasi ventricular. Irama jantung yang tidak stabil ini menghasilkan denyut jantung yang tidak efektif, yang membuat aliran darah ke organ-organ vital tidak mencukupi. Bila tidak segera ditangani, fibrilasi ventrikular dapat menyebabkan kematian mendadak.

Waspadai gejalanya 

Pada saat terjadi serangan jantung, banyak orang menyia-nyiakan menit-menit darurat itu karena memang mereka tidak mengetahui gejala itu atau mereka masih menyangkalnya. Banyak juga yang menunda untuk minta pertolongan karena khawatir nanti malu karena itu bukan gejala yang di khawatirkan.

Umumnya saat terjadi serangan jantung ada rasa nyeri di dada selama lebih dari 15 menit. Namun, serangan jantung juga bisa terjadi “ diam-diam “ dan tidak menunjukan gejala apapun.

Sekitar separuh korban serangan jantung sudah mengalami gejala selama beberapa jam, hari, bahkan berminggu-minggu sebelumnya. Pertanda paling awal sebuah serangan jantung adalah nyeri dada yang muncul berulang-ulang yang timbul saat sedang bekerja keras dan hilang setelah beristirahat.

Asosiasi Jantung Amerika Serikat membuat daftar isyarat peringatan serangan jantung di bawah ini. Tapi ingat, ada kemungkinan anda tidak mengalami semua gejala itu, dan bahwa gejala itu dapat hilang dan timbul.
  • Ada rasa tekanan yang tidak enak, rasa sesak, atau rasa nyeri yang menekan di tengah-tengah dada, yang berlangsung selama beberapa menit. 
  • Rasa nyeri yang menyebar sampai pada kedua bahu, leher, atau kedua lengan and
  • Rasa sedikit pusing-pusing, pingsan, berkeringat, mual, atau sesak nafas. 

Perawatan darurat

Pada saat gawat darurat serangan jantung, anda harus mengambil beberapa keputusan penting. Jangan lama-lama. Karena, walau pada akhirnya anda menentukan pilihan bijaksana, tapi anda telah membuang menit-menit berharga saat menimbang-nimbang pilihan itu.

Entah itu dugaan adanya serangan jantung atau menganggap ini sekedar salah cerna, yang penting bertindaklah segera. Ambillah langkah-langkah berikut:

  • Mulailah dengan pernafasan buatan. Apabila korban tidak sadar, anda bisa memberikan bantuan pernafasan buatan ( baca artikel sebelumnya pernafasan buatan ).
  • Tentukan transportasi tercepat. Bawa korban secepatnya ke rumah sakit. Atau langsung menghubungi unit gawat darurat terdekat. Namun, bila anda sendiri yang mengalami serangan jantung, mintalah bantuan orang lain untuk mengantarkan anda. Ingat, jangan mengemudikan mobil sendiri.
  • Pergilah ke klinik atau rumah sakit perawatan jantung terdekat. Sebelumnya, pastikan dulu kalau klinik itu memberikan pelayanan selama 24 jam dan memiliki tenaga dokter yang terlatih dalam penanganan jantung darurat.
  • Kunyah aspirin. Aspirin berkhasiat menghambat penggumpalan darah dan ini bisa membantu mempertahankan aliran darah melewati arteri yang telah menyempit. Bila ditelan saat terjadi serangan jantung, aspirin dapat menurunkan tingkat kemungkinan kematian sekitar 25%. Makanlah satu tablet aspirin berkekuatan sedang, kunyahlah untuk mempercepat penyerapannya.

Angioplasti dan obat-obat pelarut gumpalan bisa meningkatkan peluang untuk bertahan menghadapi serangan jantung begitu pengobatan dimulai. Tetapi pengobatan yang berhasil baik bila dimulai sedini mungkin. Oleh karena itu kenalilah gejala-gejalanya dan bertindaklah cepat!   

Serangan jantung terjadi ketika pasokan aliran darah dan oksigen ke jantung tersumbat. Setiap menit berlalu, semakin bertambah jaringan yang kekurangan oksigen dan rusak atau mati. Pemulihan aliran darah pada jam pertama disaat sebagian besar kerusakan terjadi merupakan momen yang sangat menetukan bagi kelangsungan hidup dan kesehatan anda.

Kamis, 26 Juli 2012

Tersedak


Seseorang tersedak bila jalan pernafasan atau tenggorakannya tersumbat. Situasi ini memerlukan tindakan pertolongan pertama untuk mencegah pingsan atau kematian. Tersedak, sakit jantung, atau kondisi–kondisi tertentu dapat menyebabkan sirkulasi jantung dan pernafasan terhenti. Untuk menyelamatkan nyawa orang tersebut, pernafasan dan peredaran darah harus segera diperbaiki ( baca artikel sebelumnya Pernafasan Buatan” ). Membuat sehat terhadap diri sendiri juga orang lain  adalah hal yang paling penting dalam hidup ini.


Mengenali dan membuka jalan pernafasan yang tersumbat.
Sering kali seseorang tersedak akibat tidak sempurna dalam mengunyah makanan, dan makanan itu tersangkut di tenggorakan atau saluran pernafasan. Terutama makanan padat seperti daging, sering menjadi penyebabnya.

Umumnya orang tersedak saat mengunyah sepotong daging sambil berbicara. Gigi palsu juga merupakan salah satu penyebab orang tersedak, karena dirasa mengganggu sewaktu mengunyah makanan. Gigi palsu tak mungkin bisa mengunyah makanan sebaik gigi asli, karena gigi palsu kurang memberi tekanan pengunyahan.

Orang yang tersedak biasanya panik. Wajahnya terlihat ketakutan. Awalnya wajahnya tampak kemerahan, kedua matanya melotot dan nafasnya megap – megap.

Apabila makanan salah masuk, dengan batuk berkali–kali secara refleks hal tersebut akan teratasi. Yang pasti seorang tidak tersedak bila ia dapat batuk dengan leluasa, warna kulit tidak berubah dan masih bisa berbicara. Namun, bila batuknya terdengar seperti tertahan dan kulit wajahnya menjadi biru, ada kemungkinan ia tersedak.

Kalau ragu – ragu, tanyakan langsung apakah dia mampu berbicara. Apabila ia bisa berbicara, berarti saluran pernafasannya tidak sepenuhnya tersumbat dan oksigen dapat mencapai paru–parunya. Sebaliknya, orang yang tersedak tidak mampu berbicara, Cuma menggerak – gerakan tangannya.

Ciri umum orang tersedak  adalah tangannya memegangi tenggorakannya dengan kuat, ibu jari dan jari – jari di rentangkan. Orang yang bersikap seperti itu membutuhkan penanganan darurat dan tidak boleh ditinggalkan. Lebih baik membuat sehat diri anda sebelum anda terserang penyakit.

Seseorang yang tersedak tidak mampu berbicara kecuali hanya menggerakkan tangannya saja. Sering kali gerakan tangan dan lengannya tidak terkordinasi. Hal penting yang perlu di ingat, ciri umum seseorang yang tersedak adalah tangan yang memegangi tenggorokan dibantu dengan ibu jari dan jari–jari lainnya. 

Metode yang paling terkenal untuk mengeluarkan suatu benda dari saluran pernafasan  orang yang tersedak adalah Manuver Heimlich. Anda dapat mempraktikan metode ini baik pada diri sendiri maupun orang lain. Adapun langkah–langkah tersebut adalah:

  • Berdirilah dibelakang orang yang tersedak, lingkarkan kedua tangan anda ke pinggangnya.  
  • Bungkukkan orang itu sedikit ke depan.
  • Kepalkan salah satu tangan anda dan taruh di bagian atas pusar korban 
  • Pegang erat–erat kepalan anda itu dengan tangan lain dan tekan kuat – kuat sambil mendorong cepat ke atas.


Ulangilah tindakan ini sampai benda yang menghambat itu keluar dari saluran udara korban. Bila harus melakukan tindakan ini pada diri sendiri: kepalkan salah satu tangan anda, letakan sedikit diatas pusar. Pegang kepalan tangan anda itu dengan tangan yang lain, lalu tekan kuat–kuat ke arah atas sampai benda itu keluar. Anda juga bisa melakukan ini dengan bantuan dari belakang sandaran sebuah kursi. Semoga bermanfaat bagi anda semua, betapa pentingnya kesehatan itu. 

Selasa, 24 Juli 2012

Pernafasan Buatan


Pernafasan buatan adalah kombinasi pertolongan pernafasan dari mulut ke mulut dan penekanan pada dada. Pernafasan buatan membuat darah yang mengandung oksigen tetap mengalir ke otak dan organ vital lainnya, sampai korban memperoleh penanganan medis yang di butuhkan untuk memulihkan denyut jantungnya.

Sebelum melakukan pernafasan buatan, ada beberapa hal yang perlu di perhatikan. Apakah korban sadar atau tidak? Apabila korban dalam keadaan tidak sadar, tepuk atau goyang-goyangkan bahunya dan tanyakan dengan suara keras, “ Apakah Anda baik-baik saja? “.

Bila orang itu tidak memberikan respon, pikirkan tindakan berikut ini, sambil mencari pertolongan dengan mengusahakan membawa korban ke rumah sakit terdekat. Bila korban tidak dapat ditinggalkan, mintalah bantuan orang lain untuk menelpon. ambulan.

  1. Jalan Pernafasan
Tindakan pertama yang perlu anda lakukan adalah membuka jalan pernafasan korban, yang mungkin tertutup oleh bagian belakang lidah atau lapisan tulang rawan yang menutupi batang tenggorakan.

Baringkan korban terlentang diatas permukaan yang keras dan datar, tengadahkan kepalanya, sehingga anda dapat memeriksa denyut nadinya. Bukalah mulut dan jalan pernafasan korban dengan mengangkat dagunya ke depan.

  1. Pernafasan
Memberi bantuan pernafasan dari mulut ke mulut merupakan cara paling cepat untuk memasukan oksigen ke paru-paru seseorang.

Perhatikan apakah korban masih bernafas, rasakan juga aliran udara dengan pipi dan telinga anda, serta lihat gerakan dadanya.

Apabila korban tidak bernafas, pijatlah kedua lubang hidungnya, tempelkan mulut anda ke mulut korban rapat-rapat dan embuskan kuat-kuat nafas anda ke mulutnya dua kali. Lakukan bantuan pernafasan setiap lima detik, setelah mengisi kembali paru-paru anda dengan udara.

  1. Sirkulasi
Penekanan berulang-ulang pada dada merupakan pengganti denyut jantung bila jantung berhenti. Penekanan itu akan membantu sebagian aliran darah tetap mengalir ke otak, paru-paru, dan jantung. Anda harus melakukan bantuan pernafasan setiap kali melakukan penekanan pada dada.

Seandainya dada korban tidak naik saat anda menghembuskan nafas ke dalam mulutnya, ada kemungkinan jalan pernafasan tersumbat ( ada potongan makanan misalnya ). Keluarkan sumbatan itu dengan melakukan Manuver Heimlich (  metode paling terkenal untuk mengeluarkan suatu benda dari saluran pernafasan terhadap orang yang tersedak ). Karena posisi korban terlentang, taruhlah kedua tangan anda sedikit di atas pusarnya dan tekanlah kuat-kuat ke atas dengan cepat. Untuk itu anda perlu memasukan jari ke mulut korban untuk memastikan apakah sumbatan telah keluar dan mengeluarkannya dari mulut atau tenggorakan.

Rasakan apakah pembuluh nadi lehernya, apa masih berdenyut atau tidak. Jika tidak ada denyut, lakukan penekanan pada dada, untuk memanfaatkan berat badan anda sebaik baiknya saat melakukan penekanan, letakan kedua tangan anda di atas bagian bawah tulang dada korban, dengan kedua siku tetap tegak lurus dan posisi kedua bahu tepat diatas kedua tangan anda. Tekanlah ke bawah 3-5 cm dengan kecepatan 80-100 kali setiap menitnya. Usahakan lama “ penekanan “ dan “ pelepasan “ pada setiap siklus sama durasinya. Jangan “ mengentak “ ke bawah, lalu beristirahat. Setelah melakukan 15 kali penekanan, embuskan nafas anda ke mulut korban 2 kali. Setelah setiap 4 siklus: 15 kali penekanan dan 2 kali pernafasan, periksa, apakah sudah ada denyut dan nafas. Teruskan tindakan penyelamatan selama belum ada denyut atau nafas.

Pernafasan buatan pada bayi

Periksa dulu denyut pada bagian dalam lengan atas bayi. Sebelum melakukan pernafasan buatan dari mulut ke mulut kepada seorang bayi, miringkan dulu bagian belakang kepalanya untuk membuka jalan pernafasan. Bila dalam pemeriksaan visual ditemukan adanya benda asing di mulutnya, buanglah benda itu dengan menggunakan jari anda. Hati-hati jangan sampai menekan makanan atau benda tersebut semakin dalam ke jalan pernafasan anak.

Untuk melakukan resusitasi jantung paru pada bayi, tutuplah mulut dan hidungnya dengan mulut anda. Embuskan nafas sekali untuk setiap 5 kali penekanan dada. Tekanlah dada sedalam 1,5-2,5 cm sekurang kurangnya 100 kali dalam satu menit, cukup dengan menggunakan dua jari saja.